cara menanam

cara menanam

Rabu, 01 Mei 2013

cara menanam tomat

Cara Menanam Tomat - di kebun agar menghasilkan produksi yang tinggi dan menguntungkan dengan system hidroponik. dengan memperhatikan sebagai berikut :


Area Tanaman - Tomat merupakan tanaman yang tidak sulit memilih tempat hidup. Tanaman ini bisa hidup di dataran rendah sampai dataran tinggi, asal tanahnya tidak becek atau tergenang. Sifat tanah yang cocok untuk tomat adalah tanah dengan pH 5,5—6,5. Biia target penanaman tomat adalah kegenjahannya maka tomat cocok di tanam pada tanah lempung berpasir yang baik drainasenya. Namun, bila yang ditargetkan adalah jumtah total produksi yang tinggi, maka tanah yang cocok adalah tanah lempung liat dan lempung berdebu. Tomat juga menyenangi tempat yang tetbuka dan cukup sinar matahari. Sinar matahari yang kurang menyebabkan pertumbuhan memanjang (etiolasi), lemah, dan pucat karena pembentukkan zat hijau daun (klorofil) tidak sempurna. Namun. sinar matahari yang terlalu terik juga kurang baik karena transpirasi akan meningkat serta buah dan bunga akan mudah gugur. Pada dasarnya, selain ditanam langsung di tanah, tomat juga dapat ditanam dalam polibag. Saat ini sudah ada petani yang menanam tomat di polibag yang ditata rapi dalam luasan lahan tertentu. Umumnya, tanaman tomat tersebut dipelihara dengan sisitem organik, artinya tidak menggunakan pupuk kimia maupun pestisida berbahan kimia.

Benih biji - Tomat diperbanyak dengan menggunakan biji yang merupakan awat dari pertumbuhannya. Masalah benih ini sangat penting sebagai salah satu pendukung keberhastlan produksi tomat. Sehingga kita harus hati-hati dalam memilihnya.

Membeli benih biji -  Pengadaan benih yang termudah bagi pemula adalah dengan membeli di toko pertanian. Sebenarnya akan lebih baik jika menggunakan benih yang siap pakai (final stock atau/o) untuk
menjamin mutu buah yang dihasilkan. Umumnya, benih tersebut telah dikeringkan dan berkualitas karena telah diseleksi terlebih dahulu. Benih ini sangat cocok untuk tanaman yang produksinya akan dipasarkan melalui pasar swalayan. Sebaliknya. kualitas tidak menjadi masalah bila akan dipasarkan ke pasar tradisional. Benih yang digunakan bisa dibuat sendiri. Benih yang dijual di toko juga dikemas dengan baik. Kemasan luar berupa plastik dan di dalamnya ada lapisan kemasan dari kertas aluminium. Di belakang kemasan biasanya terdapat nomor seri yang menunjukkan keaslian benih. Setain nomor seri. juga terdapat keterangan mengenai kualitas benih yang meliputi sifat varietas; produksi; daya simpan benih; dan tertera tanggal. bulan, serta tahun dilakukannya pengemasan. Lamanya daya simpan tersebut tidak berarti setelah lewat daya simpan benih tidak dapat dipakai lagi, melainkan hanya mengalami penurunan daya kecambahnya. Misalnya, kalau semula daya kecambahnya 85%, maka setelah masa itu daya kecambahnya kurang dari 85%. Untuk kadar air benih, secara internasionat ditetapkan paling tinggi 12%. Akan tetapi, terdapat benih yang beredar di Indonesia dengan kadar air lebih rendah dari yang ditetapkan, yaitu 5%. Dengan kisaran kadar air seperti itu, dalam 10 gram terdapat 3.000 benih. Di pasar tersedia benih tomat dalam berbagai kemasan dan berat. Selain kemasan plastik yang bermerek, add juga yang tersedia dalam kemasan sederhana (plastik polos bening) dan juga dalam kemasan kaleng. Semakin sederhana bentuk kemasan maka makin murah harganya karena biaya produksi yang semakin rendah.

Cara membuat benih sendiri - Buah tomat yang diperlukan untuk pembenihan adalah yang benar-benar masak dan sehat dengan membiatkannya tua di pohon, setelah itu dipetik dan dibiatkan selama dua atau tiga hari sampai buah merekah dan berair. Lalu pisahkan biji dari bagian yang lain. Cuci biji tomat dengan air. setelah itu keringkan. Benih yang telah kering dapat disimpan dalam wadah kaleng atau botol yang kering. Lalu benih disimpan pada tempat yang sejuk dan kering.

Pembibitan tanaman - Kapan masa tanam tomat yang tepat? Yang aman dan hemat biaya adalah ketika musim hujan akan berakhir, yaitu sekitar bulan April dan Mei ketika frekuensi hujan sudah berkurang. Keadaan ini cocok untuk tanaman yang masih muda. Namun, perkembangan teknologi pertanian sudah mampu menembus keterbatasan tersebut. Tomat bisa ditanam pada saat musim hujan, Biaya penanaman dan pemeliharaannya memang lebih tinggi, tetapi periu diingat bahwa teori pasar telah menggariskan tomat termasuk barang normal. Artinya pada saat permintaan lebih tinggi dari penawaran, harga komoditi tersebut akan naik. Jadi, meskipun biaya tanam dan pemeliharaannya (penggunaan pestisida lebih banyak) lebih mahal. Imbalannya juga lebih tinggi. Cara ini telah dicoba oleh beberapa petani dan umumnya terbukti menguntungkan. Awal penanaman tomat dimulai dari pembibitan benih. Untuk pembibitan ini diperlukan tempat persemaian yang terpisah sehingga memudahkan dalam penyemaian dan pemeliharaan. Tahapan yang diperlukan dalam pembibitan ini adalah penyiapan bedeng semai, penyiapan media tanah, penanaman, dan
penyapihan.

Cara memilih biji berkualitas - Dengan mendapatkan biji yang berkualitas, proses penyemaian akan berjalan dengan baik. Biji dapal diperoleh dengan cara membelinya di toko pertanian atau dapat pula diambil langsung dari buah tomat. Ciri-ciri biji yang berkualitas di Bidang Pertanian adalah berasal dari buah/induk yang unggul/berkualitas, serta sehat dan tidak cacat. Setelah biji yang berkualitas diperoleh, kemudian rendam biji tersebut dalam larutan fungisida agar biji terhindar dari serangan hama dan penyakit.

Bedeng semai - Bedeng semai berfungst sebagai tempat menyemaikan benih. Bedeng semai bisa dibuat dalam berbagai versi, tergantung selera dan finansial yang ada. Bedengan bisa permanen, semi petmanen, atau yang sederhana.

Tanah semai -  Untuk memperoleh bibit yang sehat, tanah yang digunakan juga harus bebas dari hama dan penyakit. Oleh karena itu, tanah sebaiknya disterilkan. Caranya dengan dikukus atau dicampur dengan bahan kimia.

Penyemaian - Penyemaian benih dapat dilakukan dengan cara menyebar benih. Namun, cara ini mempunyai kelemahan yaitu benih yang lerlihat menarik perhatian ayam. Benih akan dipatuk dan tanahpun akan tetkais. Untuk menghindarinya, benih yang ditabur ditutupi dengan karung goni yang basah, jerami, atau plastik. Perlu diperhatikan jika ingin menutup semaian, terlebih dahulu semaian disirami secukupnya dan jangan terkena sinar matahari langsung agar penguapan air tidak terlalu besar sehingga air cukup tersedia sampai benih tumbuh. Namun. cara ini tetap kurang baik. Cara yang terbaik dan aman yaitu dengan menanam benih sedalam 0,5 cm.

Tutorial penyemaian biji -  Setelah biji direndam dalam larutan fuigisida, langkah berikutnya adalah biji disemai. Ada 2 cara penyemaian/penanaman biji, antara lain:
- Pastikan bahwa biji tomat memiliki kualitas yang baik. Setelah mendapatkan biji tomat yang berkualitas, kemudian buat goresan pada bedeng berbentuk garis lurus dengan panjang disesuaikan dengan panjang bedeng, yang jarak antar goresan kurang lebih 4 cm. Setelah dibuat goresan garis lurus, kemudian biji tomat ditebarkan pada goresan tersebut. Selanjutnya, urug dengan tanah dan lakukan penyirainan secara teratur dengan dosis yang tepat.
- Buat lubang tanam pada bedengan dengan kedalaman lubang tanam kurang lebih 1 cm dan setiap lubang tanam dapat diisi dengan 1 biji tomat. Jarak antarlubang kurang lebih 4 cm. Setelah biji tomat dimasukkan dalam lubang tanam, kemudian urug dengan sedikit tanah dan lakukan penyiraman secara teratur sebanyak 2 kali sehari dengan dosis yang tepat. Biji tomat akan tumbuh menjadi bibit tomat sekitar 45 hari. Setelah itu, bibit tomat dipindahkan ke bedengan untuk ditanam hingga panen.

Pemberian pupuk -  Dengan melakukan pemupukan yang teratur dan menggunakan dosis yang tepat, bibit tomat akan tumbuh dan berkembang secara optimal. Proses pemupukan dalam budi daya tomat, antara lain:

- Setelah bibit tomat ditanam selama 7 hari, perlu dilakukan pemupukan. Pupuk yang digunakan adalah campuran antara pupuk KCI dan pupuk Urea, dengan komposisi 1 :l.Artinya, setiap 1 kg pupuk KCI harusdicampurkan dengan 1 kg Urea. Setiap 1 bibit tomat akan mendapatkan pupuk campuran tersebut sebanyak 2 gram. Pupuk diberikan dengan cara ditebarkan pada sekeliling bibit tomat dengan jarak kurang lebih 2 cm dari batang bibit tomat. Pupuk yang sudah ditebar lalu diurug dengan tanah dan disiram menggunakan air. Sebaiknya pemupukan dilakukan pada pagi atau sore hari, pada waktu penyiraman.
- Ketika tomat sudah berumur 2 minggu, selanjutnya tomat kembali diberi pupuk KCI yang dicampurkan dengan pupuk Urea, yang komposisinya 1 :1 (sama dengan pemupukan yang pertama). Untuk setiap 1 bibit tomat, mendapatkan pupuk campuran tersebut sebanyak 4 gram. Pupuk diberikan dengan cara ditebarkan pada sekeliling bibit tomat dengan jarak kurang lebih 4 cm dari batang bibit tomat. Pupuk yang sudah ditebar lalu diurug dengan tanah dan disiram menggunakan air. Sebaiknya pemupukan dilakukan pada pagi atau sore hari, pada waktu penyiraman.

Penyapihan - Bibit disapih ketika telah berumur 7-10 hari. Penyapihan dilakukan dengan hati-hati agar kualitas bibitnya tetap baik. Penyapihan berfungsi untuk memberikan daya adaptasi dan kemampuan tumbuh yang lebih leluasa pada bibit. Selain itu, juga

Pemeliharaan -  Setelah penanaman, bibit perlu diperiksa atau dicek lagi, siapa tau ada tanaman yang mati atau pertumbuhannya kurang baik, Bibit yang demikian sebaiknya dicabut dan diganti dengan bibit yang baru. Kira-kira setelah berumur 2 minggu di kebun, tanaman tomat perlu dipupuk dengan pupuk buatan. Pupuk buatan yang dapat digunakan adalah ZA, DS, dan ZK dengan perbandingan 1:3:1 atau sebanyak 20g tiap tanaman. Pupuk diberikan di sekeliling tanaman kira-kira 10 cm dari batangnya. Setelah pupuk diletakkan pada alur- alur tersebut barulah ditutup dengan tanah. Sebaiknya pemupukan ini dilakukan pada waktu pengangiran atau penyiangan. Pemupukan diulangi sekali lagi 2-3 minggu dari waktu pemupukan yang
pertama. Tanaman yang baru ditanam harus disiram dengan hati-hati. Usahakan air tidak mengenai batang dan daunnya Siramkan air di sekitar pohon saja. berilah pviiuiiunnin 3-4 niinggu, setiap batang tomat perlu diberi air atau lanjaran supaya lanaman tidak roboh. cukup kuat, ditancapkan agak dalam (kira-kira 25 cm) dan tingginya sekitar kurang lebih 125 cm. Di sela-sela tanaman. tanah diberi mulsa. Pemberian mulsa ini dimaksudkan agar tanah tetap gembur, tidak terlalu banyak penguapan air, dan mengurangi pertumbuhan rumput-rumput liar. Bila ada nunput liar hanis segera dibersihkan. Pemangkasan dilakukan terhadap tunas-tunas muda dan pucuk batang. Pada setiap batang cukup ditinggalkan 1-2 cabang utama saja. Pemangkasan ini dimaksudkan untuk menjaga waktu berbuah. Biasanya pada tanaman yang bercabang banyak, buahnya menjadi kerdil dan terlalu lama masak. Selain itu. pada tanaman yang dipangkas penyakitnya juga berkurang. Pemangkasan terhadap pucuk batang dilakukan setelah tangkai bunga vane kelima keluar.

tomat lebat

Proses panen - Proses pemanenan dilakukan pada pagi atau sore hari, Tomat dapat dipanen pada umur kurang lebih 100 hari setelah tanam ketika, buah tomat tampak merah dan besar atau sudah terlihat cukup untuk dipasarkan, Proses pemanenan dilakukan dengan cara memutarkan buah tomat hingga putus dari tangkainya.

Jenis - Jenis Tomat :
Tomat ceri - Bentuk buahnya kecil sebesar kelereng. Buahnya merah dan rasanya cukup manis. Sekarang sering ditanam secara hidroponik. Pata ahli botani memperkirakan vatietas ini merupakan "nenek moyang"varietas yang ada sekatang.

Tomat biasa - Bentuk buahnya bulat pipih dan mempunyai alur yang jelas di dekat tangkainya serta lebih lunak. Jenis tomat ini lebih cocok ditanam di dataran rendah.

Tomat apel -  Bentuk buahnya bulat, kokoh, dan agak keras seperti buah apel atau pir. Jenis ini lebih cocok ditanam di dataran tinggi.

Tomat kentang - Bentuk buahnya bulat, besar, dan agak padat.

Tomat keriting -  Varietas ini disebut tomat keriting karena daunnya keriting seperti terserang penyakit virus keriting. Tomat ini sering juga disebut tomat gondol atau tipe roma. Bentuk buah Umumnya agak lonjong, keras, dan memiliki kulit yang tebal sehingga tahan dalam pengangkutan jarak jauh.

Terserang Hama dan penyakit - Proses budi daya tomat tidak lepas dari adanya serangan hama dan penyakit. Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan secara tepat agar terhindar dari kerugian yang lebih besar.
Hama Aphis tomat -  Hama ini disebabkan oleh kutu yang tergolong famili Aphididae. Hama ini menyerang bagian daun. Indikasi: Bentuk daun mengecil dan tampak tidak normal. Pengendalian: Melakukan penyemprotan menggunakan insektisida.
Thrips - Hama ini merupakan pemakan hampir semua jenis tanaman, terutama pada bagian pucuk daun. Hama ini termasuk famili Thripidoe dan ordo
Thysanoptera - Indikasi: Pucuk daun tampak kering dan layu karena hama ini mengisap cairan yang ada di dalam daun, serta ada bercak putih perak pada daun. Pengendalian: Melakukan penyemprotan menggunakan insektisida. Insektisida yang biasa digunakan untuk memberantas hama ini adalah Pegasus 500 sc. Mesurol 50 wp, Dicarzol 25 sp. atau yang mengandung bahan aktif Merkaptodimetur. Endusolfan, Formothion, Metomil. Dimetoat. dan Katbaril.
Ulat tomat - Hama ini disebabkan oleh ulat yang menyerang buah tomat. Indikasi: Ada lubang-lubang pada buah tomat. Pengendalian: Melakukan penyemprotan insektisida.

Mengenal beberapa penyakit tanaman tomat
Layu atau menegering -  Penyakit ini disebabkan oleh jamur yang menyerang pada akar. Indikask Tampak layu pada siang hari. terutama saat terkena sinar matahari. Dapat pula mengakibatkan kematian. Pengendalian: Membuang dan membakar tomat yang terserang penyakit. serta biji sebaiknya direndam dalam larutan fungisida sebelum ditanam.

Pembusukan daun - Penyakit ini disebabkan oleh jamur Phytopnrhoro rnfestans yang menyerang pada pangkal buah hingga daun. Indikasi: Ada bercak hitam pada pangkal buah hingga pangkal daun. Pengendalian:   Melakukan   penyemprotan   menggunakan fungisida dan membuang tanaman yang terserang penyakit ini dengan cara membakarnya.






cara menanam tomat Reviewed by siti nurjanah on Rabu, 01 Mei 2013 Rating: 4.5

1 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.