cara menanam

cara menanam

Rabu, 01 Mei 2013

cara menanam cabe atau cabai

Cara menanam cabai yang baik dan benar, perhatikan kondisi pH tanah di tempat menanam cabai, jumlah takaran air, dan suhu atau temperatur cuaca/iklim, waspada terhadap hama penyakit penggangu tanaman cabai, yang menyerang melalui tanah, tangkai daun maupun buah cabainya atau cabe, faktor tersebut sangat menentukan keberhasilan cara menanam cabai/cabe. Berikut cara menanam cabai/cabe baik dan benar untuk petani pemula

Cara Menanam Cabai/Cabe Agar Tumbuh dan Berbuah Banyak
1. Perhatikan Kondisi pH Tanah
Tanah adalah wadah pembibitan tanaman cabai/cabe mempunyai pH tanah ideal yang dibutuhkan tanaman cabe berkisar antara 4,5-7. Untuk pH tanah yang terlalu rendah (asam) dapat dinaikan dengan menambahkan kation basa seperti kalsium oksida (Cao) atau lebih populer dengan sebutan kapur dolomit. Sebaliknya, pH tanah terlalu tinggi (basa) dapat menambahkan unsur belerang (sulfur). Tanah yang digunakan sebagai media tanam sebaiknya remah atau poros. Dengan tanah yang poros perakaran akan mudah untuk melakukan proses respirasi (pernapasan)., cara mengecek pH Tanah dapat dilakukan dengan alat elektronik disebut pH Meter, pH Tester, pH Cairan ataupun anda bisa menggunakan kertas lakmus untuk menghemat biaya, Media tanah yang baik adalah campuran tanah humus, sekam padi dan pupuk kandang fermentasi dengan komposisi 1:1:1. kondisi tanah harus gembur agar tanaman cabai/cabe dapat berkembang pesat. 4 jenis tanah di indonesia yang dapat ditanam cabai/cabe :
  1. Tanah Latosol
  2. Tanah Alluvial
  3. Tanah Andosol
  4. Tanah Mediteran Merah Kuning
2. Jumlah Takaran Air
Air sebagai pelarut unsur hara pengangkut organ tanaman, pengisi cairan tanaman cabai membantu proses fotosintesis dan respirasi. gunakan sebaiknya bebas polutan dan berkadar garam rendah. ph air yang optimum pada tanaman cabe berkisar antara 5-7, dengan kelembababan suhu/temperatur udara 70-80%. untuk mengukur temperatur/suhu udara dapat anda gunakan termometer banyak dijual dipasaran, Tanaman cabe lebih menyukai kelembababn rendah daripada kelembaban yang tinggi.
Pemilihan benih :

3. Temperatur/Suhu
Cahaya adalah sumber energi utama untuk berlangsungnya proses fotosintesis. Berikan cahaya yang cukup untuk agar tanaman cabai tumbuh sehat dan didalam masa pembuahan dapat memproduksi maksimal. umumnya tanaman cabe membutuhkan cahaya selama 12 jam/hari sesuai dengan variannya, sedangkan cara menanam cabe dalam wadah/pot, kebutuhan cahayanya dapat direkayasa sesuai kebutuhan, bisa juga dengan menambahkan naungan seperti paranet. Naungan ini sifatnya mengurangi intensitas matahari yang terlalu tinggi. Dengan begitu, cahaya yang dibutuhkan tanaman cabe akan tetap sesuai dengan kebutuhannya. Angin sepoi-sepoi cocok untuk budidaya cabe. Curah hujan tinggi berpengaruh terhadap kelebihan air. Intensitas sinar matahari sangat dibutuhkan tanaman cabai (cabe), berkisar antara 10 – 12 jam per hari. Sedangkan suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman cabai 24 derajat C -28 derajat C.
tabel suhu, ketinggian, dan jenis cabai

4. Kelembaban Udara
Tanaman cabai menyukai kelembaban yang cukup tinggi baik lembab udara maupun lembab tanah, tapi tanaman cabai/cabe tidak menyukai curah hujan yang terlalu tinggi, nilai kelembaban relatif yang denangi oleh tanaman cabe/cabai 80 s/d 95%  yang terdapat pada musim hujan, hindari air yang tergenang di tanah tanaman cabai karena berpotensi terserang hama penyakit

5. Asupan Gizi Tanaman Cabai
Manfaat pemberian asupan gizi untuk cabai/cabe dengan memberikan pupuk sesuai dengan tanah yang cocok dengan tanaman cabai/cabe, manfaat pemberian pupuk antara lain :

  1. Memicu Akar pertumbuhan
  2. Batang menjadi tebal dan kuat.
  3. Daun dapat berfotosintesis dengan baik
  4. Cabang banyak bercabang
  5. Bunga tidak mudah rontok, tumbuh lebat
  6. Berbuah lebat, sehat dan panjang, tidak mudah rontok
  7. Pertumbuhan cabai sangat cepat, tinggi, dan kokoh.
  8. Menggemburkan tanah dan menguraikan fosfat.
  9. Digunakan untuk perendaman benih tanaman.
cara menanam cabe


6. Waspada Hama Tanaman
Tanaman cabai/cabe dapat diserang oleh hama diantaranya :
  1. Ulat Tanah - Agrotis Ipsilon dan Gangsir menyerang tanaman cabai malam hari, siang hari bersembunyi di tanah, menyerang batang tanaman cabe muda dengan cara memotong.
  2. Ulat Grayak atau Ulat Tentara - Spodoptera Litura hama ini memakan bagian daun secara berbarengan akibatnya daun berlubang. menyerang tanaman cabai malam hari, siang hari bersembunyi di dalam tanah.
  3. Hama Thrips - Thrips Parvispinus menyerang mengisap cairan daun muda ditandai dengan bercak-bercak keperakan pada daun cabe, akibatnya daun kekeringan.
  4. Kutu daun - Myzus Persiceae jenis kutu yang mengisap cairan daun cabai muda, dapat menggundang karena kotoran kutu tersebut manis. apabila terkena kutu ini menyerang parah menyebabkan daun klorosis (menguning).
  5. Kutu Kebul - Bemisia Tabaci hama ini berwarna putih, mempunyai sayap, terdapat serbuk putih pada tubuhnya yang menyelimutinya, menyerang, menghisap cairan sel daun sehingga sel-sel dan jaringan daun rusak.
  6. Tungau Kuning - Pol Polphagotarsonemus Lotus dan Tungau Merah (Tetranychus Cinnabarinus) menyerang dibalik daun lalu menghisap cairan daun ciri terserang hama ini tanaman berwarna kecoklatan, memutar pada permukaan bawah daun terdapat benang-benang halus berwarna merah atau kuning.
  7. Nematoda - Meloidogyne Incognita menyerang  bagian akar cabai ciri cirinya ditandai dengan bintil-bintil pada akar. apabila terkena gigitan cacing parasit ini menyebabkan layu bakteri, layu fusarium, busuk phytopthora atau cendawan lain penyerang akar.
  8. Ulat Buah - Helicoverpa menyerang buah muda ciri cirinya cabai berlubang.
cara menanam cabe atau cabai Reviewed by siti nurjanah on Rabu, 01 Mei 2013 Rating: 4.5

0 comments:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.